Massa Reuni 212 Dilarang Polisi, Bergerak Ke Tanah Abang

Seperti sudah diketahui kegiatan dari massa reuni 212 sebenarnya sudah dilarang oleh Polda Metro Jaya. Sebab pihaknya sendiri tidak pernah mengeluarkan izin terhadap kegiatan yang akan dilakukan oleh masa tersebut.

Tetapi walaupun tanpa mengantongi izin, gerombolan inipun ternyata masih berdatangan ke Patung Kuda dan berhasil dihalau oleh para petugas kepolisian dan TNI. Bahkan Kabid Humas Polda Metro Jaya yakni Kombes E Zulpan sendiri memberikan peringatan akan adanya sanksi pidana bagi siapapun yang mengikuti kegiatan tersebut.

Massa Reuni 212 Dilarang Polisi, Bergerak Ke Tanah Abang

Bahkan polisi akan langsung meminta tanggungjawab dari pihak panitia tersebut. Ketika dihubungi, Zulpan sendiri menjelaskan bahwa panitia pelaksana penanggung jawab dimana mengarahkan orang-orang buat datang kesana dianggap mempunyai tanggung jawab terhadap kegiatan tersebut.

Zulpan Meminta Massa Reuni 212 Mentaati Peraturan

Sebagai tambahan untuk mengendalikan keberadaan massa tersebut, Zulpan juga menegaskan bahwa semua pihak memang wajib mentaati aturan yang sudah dibuat oleh pihak kepolisian maupun Satgas dari Covid-19 berkaitan dengan diadakannya kegiatan reuni dari massa Reuni 212 tersebut.

Dia juga tidak segan-segan kembali menekankan akan adanya sanksi pidana yang mana dapat menjerat siapapun masyarakat dimana ikut serta dalam acara ini. Jika ternyata terdapat pihak masuk ke Patung Kuda, maka bukan hanya steering committee saja tetapi semua orang masuk ke dalam kegiatan ini akan memperoleh sanksi pidana.

Kendati dari pihak polisi tidak pernah mengeluarkan adanya perizinan, tetapi mereka justru nekad buat datang ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Sesuai dengan pantauan, massa ini sendiri diketahui sudah tertahan di Jalan Kebon Sirih. Pihak kepolisian meminta agar mereka segera dibubarkan.

Dibuarkan oleh pihak kepolisian, massa reuni 212 inipun terlihat duduk di sekitar kawat duri yang menutup akses jalan menuju ke kawasan Patung Kuda.

Adapun permintaan akan adanya pembubaran sendiri dipimpin oleh Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Badya Wijaya. Bukan hanya itu saja, juga terlihat adanya Kabag Ops Polres Metro Jakpus yakni AKBP Guntung Muhammad Thariq di lokasi tersebut.

Kombes Badya sendiri meminta massa buat membubarkan diri dengan menggunakan speaker dan meminta agar tidak kumpul-kumpul lagi atau membuat gerombolan dalam jumlah besar sekaligus.

Ia juga meminta semua orang yang ada disitu untuk segera kembali ke rumah masing-masing dan tidak berkumpul-kumpul di kawasan ini

Massa Berjalan Pelan Menuju Ke Tanah Abang

Setelah diberikan peringatan untuk kembali ke rumah masing-masing, massa itupun akhirnya berjalan pelan guna menuju kearah Tanah Abang. Hingga sampai di pertigaan jalan, mereka pun terpecah.

Dimana terdapat sebagian yang berjalan kearah kiri menuju jalan Pejompongan ataupun sebagian ke kanan buat menuju ke Cideng. Bahkan kondisi inipun membuat kendaraan dimana berasal dari arah Pejompongan ke Cideng menjadi tersendat.

Sebelum bergerak pulang, massa sendiri ternyata sempat mendengarkan pesan dari Habib Rizieq Shihab dimana dibacakan oleh salah satu dari panitia Reuni 212 tersebut. Didalam pesan itupun ternyata terdapat sejumlah poin yang dibacakan.

Pertama, bahwa aksi tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT buat manusia sebagai sebuah berkat dari persaudaraan, kebersamaan serta persatuan sekaligus pengorbanan. Tidak hanya itu saja, ia juga membacakan pesan lainnya bahwa umat harus mengikuti gelaran reuni 212 setiap tahunnya.

Sebab reuni inipun merupakan salah satu wadah yang digunakan oleh masyarakat dimana menginginkan adanya keadilan dan masih ada lagi poin-poin didalamnya lainnya. Selain itu, semoga pihak polisi dan TNI bergerak tegas untuk massa Reuni 212 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *